Senin, 02 Maret 2020

Tindakan Positif Untuk Corona Di Indonesia



Membuat WA blast utk warga sebagai berikut (dinas kesehatan):

Informasi dari kepala dinas kesehatan depok:
1. Sementara tidak banyak aktivitas di luar rumah.
2. Banyak mengonsumsi vitamin c.
3. Makan makanan yang sehat dan bergizi.
4. Tidak merokok
5. Akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan.
5. Petugas dari dinas kesehatan akan datang.
6. Berdoa

Tanggap Cepat Petugas Terkait :

Petugas RT setempat membuat Grup kecil cepat tanggap corona...

Jam 17.12, Petugas Kesehatan dari Puskesmas bersama Lurah dan Camat sukmajaya datang. Kedatangan mereka khusus untuk memeriksa beberapa warga yang sempat menjenguk pasien.

Jam 18.05 pihak dari Polsek Sukmajaya datang ke rumah dan menginfokan bhw malam jam 21.00 ada Tim Gegana Brimob yang akan mentemprotkan disinfektan di rumah pasien. Atas informasi itu Petugas RT setempat membuat WA blast utk warga: Bapak/Ibu semua. Malam ini pukul 21.00, akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan di perumahan kita. Mohon semua nanti berada di dalam rumah. Terima kasih.

Jam 20.08, KadisKomInfo depok ke rumah.
Sharing informasi ttg apa yang terjadi hari ini. Suami saya meminta agar pemkot depok membuat forum resmi utk warga utk menyapaikan info2 penting dari pemerintah secara resmi. Dan itu disetujui. Pak RT setempat kembali membuat WA blast utk warga: Bapak/Ibu semua. Malam ini pukul 21.00, akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan di perumahan kita. Mohon semua nanti berada di dalam rumah. Terima kasih.

Jam 22.00 sirine mobil gegana datang utk penyemprotan disinfektan. Penyemprotan baru selesai hingga pukul 00.03.


+Mobil Sensi Keliling Depok, Jual Masker dengan Harga Murah

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mobil Sensi Keliling Depok, Jual Masker dengan Harga Murah", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/03/03/11483721/mobil-sensi-keliling-depok-jual-masker-dengan-harga-murah.
Penulis : Wahyu Adityo Prodjo
Editor : Irfan Maullana

ini perlu ditiru:

Korsel Bikin Layanan 'Drive Thru' Pemeriksaan Virus Corona

u hindari kebobolan ulang.....
WN Jepang berhasil masuk ke Indonesia dan menularkan virus corona kepada 2 warga Depok, Jawa Barat. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun melakukan pemeriksaan pelayanan kesehatan di bandara-bandara.


TGJ Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pasien corona tidak ditanggung pembiayaannya oleh BPJS Kesehatan, melainkan ditanggung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Sudah diatur Kemenkes. Itu sudah ada Kepmenkes-nya," ujar Iqbal kepada kumparan, Senin (2/3).
Hal senada juga dinyatakan oleh Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askaloni. Kemenkeu mencatat anggaran tersebut masuk ke dalam pos belanja Kemenkes.
Namun Askolani tidak merinci berapa biaya yang dialokasikan melalui pos belanja Kemenkes tersebut.
Adapun beleid yang dimaksud adalah Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/104/2020 Tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCov) sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.
"Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tertulis dalam aturan tersebut.
Aturan berlaku sejak dikeluarkannya ketetapan pada 4 Februari 2020. Pembiayaan yang ditanggung termasuk seluruh pasien suspek corona, bahkan sejak sebelum aturan itu dikeluarkan.
"Pembiayaan sebagaimana dimaksud Diktum KEEMPAT termasuk untuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum Keputusan Menteri ini mulai berlaku dengan mengacu pada pembiayaan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi ketentuan selanjutnya dalam surat keputusan tersebut.

Hati2 akan salah Tindakan:

+membuat tisu basah sebagai masker
Secara tegas Dokter Erni menjawab bahwa masker dari tisu basah tersebut adalah cara yang tidak benar untuk dilakukan. “Tisu basah? Kotor dong, logikanya ya konteksnya kan itu basah maka akan mudah menyerap apapun. Termasuk debu dan kotoran," katanya saat dihubungi Okezone, Senin (2/3/2020) melalui sambungan telepon.
Gunakan tisu basah sesuai fungsinya, sebagai tisu untuk bersihkan tangan atau benda-benda lain. "Enggak bener itu (kalau bisa jadi masker),” seru dr.Erni,
Dokter Erni lebih lanjut menjelaskan, tisu basah yang sudah dalam keadaan basa, malah akan tambah meningkatkan risiko iritasi saat diberi hand sanitizer, yang mengandung kandungan alkohol.
“Lebih basah ya lebih nempel, hati-hati loh ini basah. Alkohol itu kan menguap, digunakan tidak tepat bikin kuman nempel. Menghirup alkohol kan berbahaya, bisa iritasi di hidung nanti,” 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar